Dermatofitosis adalah infeksi jamur superfisial yang umum pada kucing, terutama yang terpapar lingkungan luar ruangan. Studi kasus ini melaporkan seekor kucing domestik berusia 5 bulan bernama Simon, dengan berat 1,9 kg, yang memiliki kulit kemerahan dan bersisik, alopecia parsial, dan gips folikel di daerah kepala dan telinga. Kucing itu aktif, memiliki nafsu makan yang baik, dan tidak menunjukkan tanda-tanda pruritus. Simon dipelihara di lingkungan semi-luar ruangan dengan potensi kontak dengan kucing liar. Diagnosis didasarkan pada pemeriksaan fisik, uji lampu Wood, sitologi kesan pita perekat, dan kultur jamur. Evaluasi makroskopis dan mikroskopis dari isolat jamur menunjukkan bahwa Microsporum canis adalah agen penyebabnya. Pengobatan termasuk sampo antijamur topikal yang mengandung ekonazol nitrat (Sebazole) yang dioleskan setiap minggu dan itra-konazol sistemik dengan dosis 7,5 mg/kg berat badan sekali sehari selama dua minggu. Terapi suportif termasuk suplemen hati (Curcuma FCT) dan kulit (Coatex). Setelah dua minggu terapi, evaluasi fisik ulang menunjukkan resolusi eritema dan pengelupasan, dengan pertumbuhan kembali rambut yang terlihat di area yang sebelumnya alopesia.
Copyrights © 2025