Studi ini menganalisa pengaruh risiko kredit, kredit bermasalah (NPL), dan dana pihak ketiga (DPK) terhadap profitabilitas Bank Mandiri Taspen KC Medan pada masa normal baru tahun 2020–2023. Dengan metode kuantitatif dan analisis regresi linier berganda, studi ini menggunakan data sekunder dari laporan keuangan bank. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari ketiga variabel yang dikaji, hanya dana pihak ketiga yang berkontribusi signifikan positif terhadap profitabilitas yang diproyeksikan melalui Return on Asset (ROA). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan simpanan masyarakat dapat memperbesar kapasitas penyaluran kredit, yang pada akhirnya meningkatkan pendapatan bunga dan profitabilitas bank. Sebaliknya, risiko kredit dan NPL tidak menunjukkan pengaruh signifikan terhadap profitabilitas, kemungkinan karena manajemen risiko yang efektif dan kebijakan restrukturisasi kredit selama masa pemulihan pascapandemi. Hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menyoroti peran penting DPK dalam mendukung kinerja perbankan. Penelitian ini juga mengisi kesenjangan literatur dengan memfokuskan pada bank dengan segmen pasar khusus, yaitu pensiunan dan UMKM, yang sering kurang terwakili dalam studi perbankan. Temuan ini memberikan implikasi praktis bagi manajemen bank dalam merumuskan kebijakan strategis untuk menjaga stabilitas keuangan, meningkatkan mobilisasi dana, serta kontribusi akademik melalui bukti empiris periode transisi ekonomi
Copyrights © 2025