Penelitian ini ini mengkaji tentang kelayakan kopi Kabupaten Pandeglang mulai dari proses pengolahan Cherry hingga hasil penjualan greenbean. Metode penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Adapun analisis data yang kami lakukan dengan analisis kuantitatif yakni analisis melalui kriteria perhitungan yang meliputi Break Even Point, Net Present Value, Internal Rate of Return, Benefit Cost Ratio, serta Payback Period. Berdasarkan hasil riset analisis Break Even Point pada komoditi kopi robusta akan mencapai titik impas apabila berhasil menjual sebanyak 31.416 kg kopi dan mendapat penerimaan sebesar Rp. 2.356.202,885 pertahun. Net Present Value sebesar Rp. 1.097.501.319,83 artinya usaha ini layak karena Net Present Value lebih tinggi dari 0. Internal Rate of Return sebesar 268% nilai ini menunjukkan bahwa lebih besar dari nilai MARR (10%) artinya usaha ini menguntungkan secara finansial. Benefit Cost Ratio sebesar 140,426846 > 1 artinya usaha ini mempertimbangkan manfaat secara luas, tidak hanya profit finansial. Serta nilai Payback Period (PP) untuk mengembalikan pendapatan yang diterima yakni hanya dalam waktu 4 tahun 4 bulan. Berdasarkan kriteria tersebut usahatani kopi robusta dikatakan layak serta perlu mendapatkan dukungan dari stakeholder dan pemerintah dengan sistem bisnis.
Copyrights © 2025