Permasalahan pengelolaan sampah rumah tangga menjadi isu penting di berbagai daerah, termasuk di Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah dengan memberdayakan kelompok wanita tani (KWT) dalam pengolahan sampah organik menjadi pupuk. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis partisipasi KWT Subur Lestari dalam pengelolaan sampah rumah tangga menjadi pupuk organik, yang ditinjau dari aspek kesadaran, kemauan, dan kebutuhan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan instrumen kuisioner dan wawancara terhadap 33 anggota KWT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesadaran anggota KWT berada pada kategori tinggi dengan persentase rata-rata 80,13%, kemauan anggota juga tinggi dengan rata-rata 84,5%, dan kebutuhan terhadap pupuk organik sangat tinggi dengan rata-rata 88,83%. Temuan ini menunjukkan bahwa anggota KWT memiliki pemahaman dan motivasi yang kuat dalam pengolahan sampah, serta melihat nilai ekonomi dan lingkungan dari penggunaan pupuk organik. Oleh karena itu, diperlukan dukungan berkelanjutan berupa pelatihan dan penyuluhan, serta keterlibatan pemerintah desa dan penyuluh pertanian guna menjaga semangat dan memperkuat kapasitas produksi pupuk berbasis rumah tangga. Partisipasi aktif KWT dalam kegiatan ini diharapkan menjadi model pemberdayaan yang mendorong pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan lokal.
Copyrights © 2025