Flavonoid dalam ekstrak daun ketepeng cina (Cassia alata, L.) terbukti sebagai anti malaria. Ekstrak etanol daun ketepeng cina (EEDKC) dikembangkan menjadi Self-Emulsifying Drug Delivery Systems (SEDDS) karena kelarutannya yang rendah dalam air dan kurang stabil dalam kondisi penyimpanan. Penggunaan ekstrak dalam sediaan juga memiliki kekurangan dalam hal absorbsi dan bioavailabilitasnya yang rendah. Namun hal tersebut dapat diatasi dengan memformulasikan EEDKC menjadi sediaan SEDDS. Tujuan dari penelitian adalah untuk menentukan pengaruh dari fase minyak, surfaktan, dan kosurfaktan terhadap formulasi SEDDS EEDKC dan mengkarakterisasinya pada respon parameter waktu emulsifikasi dan % transmitan sehingga memperoleh komposisi yang optimum pada formula SEDDS EEDKC. Pembuatan SEDDS EEDKC dimulai dari uji kelarutan berupa uji pendahuluan kelarutan EEDKC pada minyak, surfaktan, dan kosurfaktan dengan pseudoternary diagram untuk mengidentifikasi area terbentuknya SEDDS yang isotropik. Optimasi formula SEDDS EEDKC menggunakan perangkat lunak Design Expert versi 12 dengan model desain D-Optimal Mixture Design. Dan parameter karakteristik yang diuji adalah waktu emulsifikasi, % transmitan, extract loading, dan stabilitasnya secara termodinamika. Hasil formulasi yang optimal untuk SEDDS EEDKC yaitu 10,00% minyak jagung sebagai fasa minyak; 59,82% Cremophor RH 80 sebagai surfaktan dan 30,18% Transcutol CG sebagai ko-surfaktan. Karakterisasi formula optimum SEDDS EEDKC memiliki waktu emulsifikasi 30,18 detik, nilai transmitan 66,00%.
Copyrights © 2025