Rumah adat Honai merupakan representasi arsitektur vernakular suku Dani di Papua yang dibangun dari material alami seperti kayu, bambu, dan jerami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran material lokal dalam menunjang ketahanan termal rumah Honai, khususnya dalam menghadapi kondisi geografis dan iklim ekstrem wilayah Pegunungan Papua. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif penelitian ini menemukan bahwa pemanfaatan material setempat berkontribusi signifikan terhadap kenyamanan termal pasif. Struktur bangunan yang kompak dan teknik konstruksi tradisional tanpa paku turut memperkuat efisiensi energi termal, menjaga suhu ruangan tetap hangat pada malam hari dan sejuk di siang hari. Selain itu, karakter material yang memiliki konduktivitas termal rendah memungkinkan terjadinya isolasi alami yang efektif terhadap fluktuasi suhu harian. Penggunaan material lokal tidak hanya memperkuat daya tahan termal bangunan, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal dalam pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
Copyrights © 2025