Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pelatihan dan supervisi secara bersama-sama terhadap prestasi kerja guru di MTs Al Ma’arif Rakit Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah. Hipotesis yang diuji adalah: (1) Besaran pengaruh pelatihan terhadap prestasi kerja guru di MTs Al Ma’arif Rakit Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah ditentukan oleh dimensi-dimensi efisiensi, pengetahuan, keterampilan dan tingkah laku. (2) Besaran pengaruh supervisi terhadap prestasi kerja guru di MTs Al Ma’arif Rakit Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah ditentukan oleh dimensi-dimensi pendekatan direktif, pendekatan non direktif dan pendekatan kolaboratif. (3) Besaran pengaruh pelatihan dan supervisi secara bersama-sama terhadap prestasi kerja guru di MTs Al Ma’arif Rakit Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah ditentukan oleh dimensi-dimensi kualitas kerja, kuantitas kerja, konsistensi, sikap dan tanggung jawab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui metode survey dengan paradigma penelitian positivisme. Sampel diambil dengan teknik sampling jenuh atau sensus. Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan, sebagai berikut: Pertama, variabel pelatihan (X1) memiliki pengaruh yang positif, kuat dan signifikan terhadap prestasi kerja guru di MTs Al Ma’arif Rakit Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,678 dan nilai koefisien determinasi (r²) sebesar 0,459, artinya variabel pelatihan memberikan kontribusi sebesar 45,9% terhadap variabel prestasi kerja guru. Kedua, variabel supervisi (X2) mempunyai pengaruh yang positif, kuat dan signifikan terhadap prestasi kerja guru di MTs Al Ma’arif Rakit Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah dengan nilai koefisien korelasi sebesar 0,679 dan nilai koefisien determinasi (r²) sebesar 0,462, artinya variabel supervisi memberikan kontribusi sebesar 46,2% terhadap variabel prestasi kerja guru. Ketiga, variabel pelatihan dan supervisi secara bersama-sama berpengaruh positif, kuat dan signifikan terhadap prestasi kerja guru di MTs Al Ma’arif Rakit Banjarnegara Provinsi Jawa Tengah. Hal ini dapat diketahui dari nilai koefisien korelasi sebesar 0,706 dan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,498, artinya variabel pelatihan dan supervisi secara bersama-sama memberikan kontribusi sebesar 49,8% terhadap variabel prestasi kerja guru.
Copyrights © 2024