Angka kematian balita di Indonesia mencapai 22,17 per 1.000 kelahiran hidup (2021), menegaskan pentingnya imunisasi sebagai upaya pencegahan, meskipun cakupan imunisasi dasar lengkap menurun menjadi 57,9% dengan disparitas antara perkotaan (61,5%) dan pedesaan (53,8%). Peran ibu sebagai pengambil keputusan utama sangat krusial, di mana pengetahuan, tingkat pendidikan, akses layanan kesehatan, dan dukungan keluarga menjadi faktor penentu utama. Rendahnya pendidikan ibu dan kesibukan kerja sering kali menghambat pemahaman tentang pentingnya imunisasi, sementara mitos seputar vaksin dan kurangnya sosialisasi dari tenaga kesehatan memperparah masalah ini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan menyebarkan kuesioner kepada 30 ibu balita di Posyandu B24 Desa Kaliwining untuk mengidentifikasi faktor dominan yang mempengaruhi kelengkapan imunisasi. Hasil analisis menunjukkan ada beberapa faktor yang mempengaruhi ibu melakukan imunisasi lengkap pada balitanya. Beberapa faktor tersebut yaitu sebagian besar ibu bekerja (97%), pendidikan terakhir SD ( 33%) dan pengetahuan kurang ( 33%). Hasil analisis diharapkan dapat menjadi dasar intervensi berbasis bukti guna meningkatkan cakupan imunisasi melalui strategi edukasi yang tepat sasaran, peningkatan akses layanan kesehatan, dan penguatan peran keluarga.
Copyrights © 2025