Tulisan ini bertujuan untuk memberikan gambaran kepada pembaca dan pemerhati kesejahteraan manusia, bahwa kesejahteraan manusia pada hakekatnya meliputi kebahagiaan lahir dan bathin maka apabila salah satunya saja yang terpenuhi ia menjadi tidak seimbang, sehingga kebahagiaan yang sebenarnya itu akan sulit tercapai dan pada akhirnya akan sulit pula membawa manusia itu pada tujuan akhirnya yakni keselamatan dunia dan akhirat, oleh sebab itu perlu upaya untuk senantiasan melakukan atau menciptakan keseimbangan dalam hidup ini. Islam melalui al-Qur’an dan Sunnah Rasul telah mengajarkan kepada umat manusia bagaimana mewujudkan kebahagiaan atau kesejahteraan tersebut, dan telah banyak dikaji dan dijabarkan oleh para ilmuan Islam melalui konsep ekonomi Islam sehingga ini dapat menjadi solusi bagi setiap bangsa untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat / rakyatnya. Adapun konsep ekonomi Islam yang dimaksud yaitu bahwa dalam upaya mewujudkan tujuan manusia untuk mencapai kebahagiaan/kesejahteraan dunia dan akhirat (falah) maka haruslah memenuhi unsur-unsur kesejahteraan (maslahah) sebagai berikaut, yakni: Ad-dien (agama / keyakinan), An-Nafs (Jiwa), Al-Aql (ilmu), Al-Maal (harta / materi), An-Nasl (keturunan). Selanjutnya memberadayakan, membangkitkan / menggairahkan kegiatan berZakat, berInfaq, berShadaqah dan berWakaf serta menjauhkan masyarakat dengan perbuatan riba dalam kehidupan masyarakat juga akan menjadi solusi yang sangat efektif dalam mewujutkan kesejahteraan masyarakat/rakyat suatu bangsa.
Copyrights © 2014