Studi ini menelusuri pergerakan politik, keanekaragaman budaya, dan konstruksi identitas nasional di Daulah Safawi dari tahun 1588 hingga 1629. Daulah Safawi sendiri didirikan oleh Shah Ismail I pada tahun 1501 M di Ardabil, Azerbaijan. Setelah Shah Ismail I wafat, Ia digantikan oleh penerusnya seperti Shah Tahmasp I, Ismail Mirza, Muhammad Khudabandah, dan Abbas I. Pada tahun 1588 M Shah Abbas I naik tahta menjadi Sultan Safawi. dalam menjalankan pemerintahannya, Shah Abbas I melakukan banyak perubahan, seperti mengganti pasukan Qizilbash dengan tentara Ghulam. Dalam bidang politik, Shah Abbas I melakukan rekonsiliasi dengan Turki Utsmani untuk menjaga stabilitas politik dan membangun kebudayaan di dalam negeri. Penelitian ini menggunakan metode sejarah dengan pendekatan sosial dan politik untuk mengeksplorasi faktor-faktor yang turut mempengaruhi evolusi politik Daulah Safawi, seperti konflik internal, diplomasi internasional, serta dinamika dominasi kekuasaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana kulturalisme menguatkan jati diri nasional Safawi, meliputi kebijakan budaya, seni, dan sastra. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini memberikan pandangan yang segar tentang kontribusi Daulah Safawi dalam membentuk jati diri nasional Iran dan memperdalam pemahaman kita mengenai sejarah politik dan budaya di Timur Tengah pada masa tersebut.
Copyrights © 2024