Fatayat Nahdlatul Ulama sebagai organisasi perempuan muda yang berupaya memberikan jawaban atas isu yang menganggap perempuan tidak mampu berkontribusi dalam masyarakat, atas problematika tersebut Fatayat berupaya sebagai ruang ganti bagi perempuan untuk menyalurkan kemampuan nyata di masyarakat, dengan adanya organisasi Fatayat, perempuan di masyarakat dianggap mampu dalam berbagai kegiatan secara keagamaan, sosial, ekonomi, politik dan budaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gerakan solidaritas organisasi Fatayat melalui perspektif solidaritas Kurt Bayertz. Penelitian ini berjenis deskriptif kualitatif. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan Fatayat dapat dikatakan perwujudan dari gerakan solidaritas. Solidaritas Fatayat dijelaskan sebagai solidaritas universal, solidaritas sosial, solidaritas warga dan solidaritas politik. Solidaritas Fatayat relevan dengan solidaritas Kurt Bayertz meliputi (1) Solidaritas universal muncul karena adanya ikatan visi misi organisasi dan diikuti seluruh pihak internal maupun eksternal. (2) Solidaritas sosial terjadi karena adanya relasi sosial yang dilakukan dengan pihak eksternal. (3) Solidaritas warga terbentuk secara spontanitas seperti penggalangan dana dan kegiatan peduli bencana. (4) Solidaritas politik terjadi adanya pengakuan pihak eksternal terhadap eksistensi Fatayat NU.
Copyrights © 2023