Maraknya penggunaan pinjaman online ilegal di kalangan ibu rumah tangga pedesaan disebabkan rendahnya literasi keuangan dan kemudahan akses layanan digital. Penelitian menunjukkan bahwa video edukasi efektif meningkatkan perhatian dan minat untuk tidak meminjam, tetapi belum cukup mampu membangkitkan keinginan dan tindakan nyata untuk tidak melakukan pinjaman di online. Hal ini terkait dengan kurangnya elemen emosional dan penyebaran yang hanya dilakukan sekali. Tanpa intervensi kebijakan yang tepat, risiko lingkaran utang, kemiskinan struktural, dan penurunan kesejahteraan keluarga akan semakin tinggi. Policy brief ini merekomendasikan strategi penguatan edukasi literasi keuangan berbasis multimedia yang lebih berulang, emosional, dan kontekstual, guna mendukung perlindungan konsumen serta meningkatkan ketahanan ekonomi keluarga di wilayah pedesaan.
Copyrights © 2025