Perusahaan multinasional di seluruh dunia akan selalu berhadapan dengan risiko akibat transaksi internasional. Salah satu risiko yang akan dihadapi oleh perusahaan multinasional adalah eksposur transaksi yang muncul akibat fluktuasi mata uang yang dapat mempengaruhi arus kas perusahaan di masa depan serta dipengaruhi oleh hadirnya pandemi virus COVID-19 mengakibatkan gangguan perekonomian khususnya di Indonesia, salah satu aspek yang terganggu secara nyata yaitu, kurs mata uang Indonesia. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perbandingan metode forward contract hedging, money market hedging dengan metode open position yang dilakukan oleh PT. Unilever Indonesia, Tbk dalam upaya untuk menurunkan risiko eksposur transaksi pada masa pandemi. Objek utama pada penelitian ini adalah transaksi derivatif yang terdapat pada laporan keuangan perusahaan. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan merupakan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan tahunan PT. Unilever Indonesia, Tbk tahun 2019 Kuartal IV – 2020 Kuartal III.
Copyrights © 2021