Penelitian ini mengkaji efektivitas penggunaan Letter of Credit (L/C) dan Telegraphic Transfer (TT) dalam pengadaan Alat Peralatan Pertahanan (Alpalhan) oleh Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU). Masalah yang dihadapi termasuk ketergantungan pada pengadaan luar negeri dan fluktuasi nilai tukar yang mempengaruhi anggaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis keunggulan dan kelemahan dari kedua metode pembayaran ini berdasarkan regulasi yang berlaku, yaitu Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 1/PMK.01/2024. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis SWOT untuk mengevaluasi aspek-aspek terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa L/C menawarkan keamanan dan kontrol kualitas yang lebih baik, meskipun prosesnya rumit. Sebaliknya, TT menawarkan kecepatan tetapi lebih rentan terhadap risiko penipuan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa diperlukan strategi mitigasi risiko, seperti hedging dan perencanaan anggaran yang cermat, untuk meningkatkan efisiensi pengadaan Alpalhan dan mendukung kesiapan TNI AU. Temuan ini memberikan kontribusi penting dalam penyusunan kebijakan pengadaan pertahanan yang adaptif dan responsif terhadap dinamika global. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pengambil kebijakan di lingkungan TNI dan Kementerian Pertahanan dalam menentukan metode pembayaran yang paling optimal dan berkelanjutan ke depan.
Copyrights © 2025