Abstrak : Kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sebesar 12% yang diberlakukan oleh pemerintah menjadi topik yang banyak diperbincangkan di media sosial, khususnya Twitter. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen publik terhadap kebijakan tersebut dengan menggunakan model Indonesian RoBERTa Base Sentiment Classifier. Data penelitian diperoleh melalui proses scraping terhadap 896 tweet berbahasa Indonesia dalam rentang waktu 1 November 2024 hingga 1 Januari 2025. Data yang dikumpulkan melalui tahapan pre-processing seperti case folding, pembersihan data, stemming, dan tokenization. Hasil analisis menunjukkan bahwa sentimen negatif mendominasi (48,27%), diikuti oleh sentimen netral (34,64%), dan sentimen positif (17,09%). Implementasi model menunjukkan akurasi sebesar 56,98% dan F1-makro sebesar 53,32%. Temuan ini mencerminkan adanya penolakan atau ketidakpuasan masyarakat terhadap kebijakan kenaikan PPN 12%. Rendahnya sentimen positif menunjukkan perlunya strategi komunikasi yang lebih efektif dari pihak pemerintah untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap kebijakan tersebut. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pembuat kebijakan dalam memahami persepsi publik dan mengambil langkah strategis yang lebih responsif.Kata Kunci : Analisis Sentimen, Kenaikan PPN, Indonesian RoBERTa Base Classifier, Twitter
Copyrights © 2025