Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keandalan sistem transmisi SUTET 500 kV terhadap gangguan petir yang sering menyebabkan kegagalan sistem autoreclose, khususnya pada jalur New Tambun –Muara Tawar. Gangguan tersebut dapat menyebabkan pemadaman berkepanjangan dan menurunkan kontinuitas pasokan listrik. Salah satu solusi yang ditawarkan adalah penerapan metode Multi Direct Grounding (MDG), yaitu sistem pentanahan dengan beberapa titik grounding langsung ke tanah. Metode penelitian yang digunakan adalah gabungan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, dengan pengumpulan data resistansi pentanahan eksisting dan perancangan sistem MDG berbasis simulasi dan data lapangan. Hasil pengukuran menunjukkan bahwa penerapan MDG berhasil menurunkan resistansi pentanahan dari nilai awal >1 Ω menjadi <0,7 Ω, serta mengurangi potensi backflashover dan meningkatkan keberhasilan autoreclose. Penurunan nilai resistansi ini juga berdampak pada stabilitas sistem proteksi dan keamanan peralatan. Kesimpulannya, metode MDG efektif dalam meningkatkan keandalan jalur transmisi SUTET terhadap gangguan petir dan layak dijadikan rekomendasi teknis bagi peningkatan sistem pentanahan pada jaringan transmisi di wilayah rawan petir.
Copyrights © 2025