Kebutuhan aspal meningkat seiring pembangunan infrastruktur, namun 83% masih diimpor meski Indonesia memiliki cadangan Asbuton besar. Di sisi lain, sampah plastik, khususnya PET dari botol minuman, juga menjadi masalah. Penambahan PET dalam aspal dapat meningkatkan stabilitas, fleksibilitas, dan daya tahan, meski berisiko membuat campuran lebih kaku. Crumb rubber yang elastis dapat mengurangi kekakuan ini dan meningkatkan stabilitas, VIM, flow, dan MQ. Kombinasi keduanya menghasilkan campuran yang seimbang. Penambahan crumb rubber (10%) dan PET (0%, 2%, 4%, 6%) dilakukan dengan metode dry process. Hasil uji Marshall menunjukkan komposisi maksimum 10% crumb rubber dan 6% PET memenuhi semua parameter: VMA 17,519%, VIM 3,754%, VFA 78,691%, Stabilitas 1652 kg, Flow 4,233 mm, dan MQ 386,986 kg/mm. Penelitian lanjutan disarankan dengan menambah variasi kadar PET. Kata kunci : Lapis permukaan, Aspal Buton, Polyethylene Terephthalate (PET), Crumb Rubber
Copyrights © 2025