Kali Jagir merupakan salah satu anak Sungai Brantas, memiliki peran penting sebagai sumber air baku untuk PDAM Surya Sembada Kota Surabaya. Lokasi di hilir menjadikan Kali Jagir menjadi tempat akumulasi bahan pencemar yang berasal dari segmen hulu dan tengah. Aktivitas di sepanjang Sungai Jagir yang meliputi sektor domestik dan industri turut menyumbang bahan pencemar yang mengakibatkan parameter seperti Kekeruhan dan TDS memiliki konsentrasi yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja membran nanofiltrasi dan menganalisis pengaruh operational time, penggunaan biofilter sebagai pretreatment, perbedaan recovery rate dan jenis membran pada rangkaian reaktor membran nanofiltrasi dalam menurunkan parameter Kekeruhan dan TDS pada pengolahan air minum. Air baku diolah terlebih dahulu diolah menggunakan koagulan Al2(SO4)3 yang kemudian diumpankan menuju biofilter (slow sand filter) dengan kecepatan filtrasi 0,4 m/jam sebagai pretreatment sebelum diolah menggunakan membran nanofiltrasi. Membran nanofiltrasi yang digunakan yaitu dengan recovery rate 30% dan 60%. Jenis membran yang digunakan adalah NF30-2514 dan NF90-2514. Rangkaian reaktor dioperasikan secara intermittent selama 10 hari dengan tekanan 60 psi. Analisis pengujian sampel pada parameter Kekeruhan dan TDS berdasarkan Permenkes RI No. 02 Tahun 2023. Kinerja Membran Nanofiltrasi dalam pada pengolahan air minum dengan rejection rate tertinggi pada unit B1R2M2 dengan nilai kekeruhan pada hari ke-4 yaitu 88,25% dan TDS sebesar 73,78% pada hari ke-10. Kata Kunci: biofilter, kekeruhan, nanofiltrasi, recovery rate, TDS
Copyrights © 2025