UD Tarigan merupakan salah satu usaha yang melakukan kegiatan pengepulan buah sirsak. Dalam praktiknya usaha ini masih harus menghadapi masalah terutama dalam penyediaan buah sirsak. Sirsak merupakan salah satu komoditas hortikultura yang tumbuh subur di Indonesia. Komoditas ini memiliki banyak manfaat tidak hanya dari buah melainkan seluruh bagian tanaman sirsak, hal ini menunjukkan sisi komersial dari buah sirsak yang cukup baik. Diketahui volume penjualan terhadap buah sirsak oleh UD Tarigan beberapa tahun terakhir semakin menurun. Karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor kegagalan kritis dan mengembangkan strategi perbaikan untuk rantai pasokan buah sirsak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan metode SCOR dan FMEA. Dari metode tersebut diketahui tingkat kepuasan pelanggan rata-rata 9 dari 10, yang mengindikasikan adanya ruang yang signifikan untuk perbaikan. Melalui pemodelan SCOR dan analisis FMEA, tiga indikator risiko kritis diidentifikasi: manajemen fasilitas pengiriman independen (RPN: 729), manajemen kapasitas panen musiman (RPN: 432), dan prosedur penanganan retur (RPN: 405). Faktor-faktor ini merupakan ancaman tertinggi terhadap efisiensi rantai pasokan dan kepuasan pelanggan. Rekomendasi strategis meliputi berintegrasi dengan platform e-commerce yang menyediakan layanan pengiriman untuk mengatasi tantangan logistik dan membangun jaringan pemasok yang luas dan melibatkan komunitas pertanian untuk mengurangi ketidakpastian musiman.
Copyrights © 2025