Penelitian ini mengkaji efektivitas penerapan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) melalui studi literatur dari 15 artikel ilmiah terbaru yang relevan. Metode FMEA terbukti konsisten dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan memprioritaskan risiko kegagalan di berbagai sektor seperti manufaktur, layanan kesehatan, pendidikan, dan pengolahan pangan. Faktor manusia dan mesin sering menjadi penyebab utama kegagalan dengan nilai Risk Priority Number (RPN) tertinggi, sehingga menjadi fokus utama perbaikan. Studi menunjukkan bahwa penerapan FMEA dapat menurunkan nilai RPN hingga 37%, meningkatkan kualitas produk, serta mengurangi kecelakaan kerja dan cacat produk. Integrasi FMEA dengan metode lain seperti Fishbone Diagram, Fault Tree Analysis (FTA), dan OEE memperkuat proses identifikasi akar masalah dan efektivitas pengendalian kualitas. Pelatihan dan sosialisasi FMEA juga meningkatkan pemahaman organisasi dalam pengelolaan risiko secara proaktif. Hasil kajian menegaskan bahwa implementasi FMEA yang berkelanjutan dapat meningkatkan kinerja organisasi dan efektivitas pengelolaan risiko secara signifikan. Kata Kunci: FMEA, Kualitas, Manufaktur, Proses, Risiko, 5W+1H
Copyrights © 2025