Pembangunan berkelanjutan menjadi isu global yang menekankan integrasi antara aspek lingkungan, ekonomi, dan sosial dalam setiap aktivitas pembangunan, termasuk sektor agribisnis. Perubahan arah pembangunan turut memengaruhi orientasi bisnis yang kini mengusung prinsip 3P: profit, people, dan planet, sebagai bentuk komitmen terhadap keberlanjutan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat di Desa Simpang Empat serta mengidentifikasi indikator kunci yang memengaruhinya berdasarkan lima dimensi: ekonomi, sosial, lingkungan, kelembagaan, dan teknologi. Penelitian ini menggunakan 25 indikator keberlanjutan yang merujuk pada standar RSPO, ISPO, serta kajian terdahulu. Data dianalisis menggunakan Microsoft Excel dan Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS. Analisis dilakukan melalui pengujian model luar (outer model) untuk menilai validitas dan reliabilitas indikator, serta model dalam (inner model) untuk menguji hubungan antar variabel laten dan menguji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat berada dalam kategori “kurang berkelanjutan”, dengan skor rata-rata dimensi kelembagaan sebesar 3,28. Indikator kelembagaan, terutama partisipasi kelompok tani dan kemampuan permodalan, menjadi faktor dominan yang memengaruhi keberlanjutan. Temuan ini menegaskan pentingnya penguatan kelembagaan lokal sebagai strategi peningkatan keberlanjutan perkebunan kelapa sawit rakyat di Desa Simpang Empat.
Copyrights © 2025