Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah restrukturisasi kredit dan pembiayaan berpengaruh signifikan terhadap kinerja permodalan, kualitas aset, profitabilitas dan likuiditas bank BUMN di Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian asosiatif yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh restrukturisasi kredit dan pembiayaan terhadap kinerja keuangan bank pemerintah (BUMN Nasional) di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data kuantitatif. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh bank pemerintah (BUMN Nasional) di Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia yang berjumlah 5 bank dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 4 bank. Sumber data menggunakan data sekunder berupa laporan keuangan bank tahun 2018-2023, teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi dan studi kepustakaan. Penelitian ini menggunakan satu variabel bebas (X) yaitu jumlah kredit yang direstrukturisasi selama masa pandemi tahun 2018-2023 dan variabel terikat (Y) yaitu kinerja keuangan yang diukur dengan menggunakan empat variabel yaitu Permodalan dengan indikator Capital Adequancy Ratio (CAR), Kualitas asset dengan indicator Kualitas Aktiva Produktif (KAP), Profitabilitas dengan indicator Return on Asset (ROA) dan Return on Equity (ROE) serta kinerja Likuiditas dengan indikator loan deposit ratio (LDR). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja permodalan (CAR), Kualitas Aset (KAP), Profitabilitas (ROA dan ROE) serta Likuiditas (LDR) bank BUMN berada pada kondisi baik dan sangat baik. Restrukturisasi kredit dan pembiayaan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja permodalan, kualitas aktiva dan profitabilitas bank BUMN di Indonesia dengan indikator CAR, KAP, ROA dan ROE akan tetapi restrukturisasi kredit berpengaruh terhadap kinerja likuiditas dengan indikator LDR dengan nilai signifikansi sebesar 0,031 dan besar pengaruh sebesar -1,3
Copyrights © 2025