Penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) yang luas di lingkungan rumah tangga, khususnya di kawasan padat penduduk seperti Wosi, Manokwari, membawa risiko kebocoran gas akibat kelalaian pengguna atau kualitas instalasi yang buruk. Untuk mengatasi permasalahan ini, penelitian ini bertujuan merancang dan membangun sistem monitoring pendeteksi kebocoran tabung gas berbasis Internet of Things (IoT) yang mampu memberikan peringatan secara real-time kepada pengguna. Sistem ini menggunakan sensor MQ2 untuk mendeteksi gas mudah terbakar dan sensor suhu KY-028 untuk memantau perubahan suhu yang dapat mengindikasikan kebocoran. Mikrokontroler NodeMCU ESP8266 digunakan sebagai pusat kendali untuk mengolah data dan mengirimkan notifikasi melalui aplikasi Telegram. Metode pengembangan sistem yang digunakan adalah pendekatan Waterfall SDLC dengan tahapan: analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mendeteksi kebocoran gas dan suhu dengan baik, serta memberikan notifikasi secara efektif kepada pengguna. Penelitian ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan keselamatan pengguna LPG di lingkungan rumah tangga.
Copyrights © 2025