Waktu tunggu pelayanan rawat jalan yang melebihi standar menjadi salah satu penyebab utama rendahnya Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) di RSUD Arifin Achmad Provinsi Riau. Policy paper ini bertujuan merumuskan strategi kebijakan yang efektif dan aplikatif untuk mereduksi waktu tunggu pasien rawat jalan. Dengan pendekatan Avoid–Shift–Improve (ASI), strategi diklasifikasikan menjadi tiga kelompok: menghindari antrean fisik, mengalihkan proses ke sistem digital, dan meningkatkan sistem yang ada. Dari delapan alternatif kebijakan yang dianalisis menggunakan metode Weighted Scoring, kebijakan prioritas yang dipilih adalah “Monitoring dan Evaluasi Pemanfaatan Aplikasi MIRAI”. Kebijakan ini dinilai mampu mempercepat proses pendaftaran, meningkatkan penggunaan layanan digital, dan memperkuat budaya pengambilan keputusan berbasis data. Implikasi jangka panjang dari implementasi kebijakan ini adalah peningkatan efisiensi pelayanan, penguatan reputasi rumah sakit, serta perbaikan berkelanjutan terhadap kualitas pelayanan publik di sektor kesehatan
Copyrights © 2025