Kajian Kisah memiliki urgensitas dalam memahami al-Qur’an. Namun sayangnya, kajian ini belum mendapat perhatian khusus dalam beberapa kitab Ulum al-Qur’an klasik. Hingga akhirnya mendapat atensi khusus dari pemikir Islam modern yakni M. Ahmad Khalafullah dan M. Abid al-Jabiri. Khalafullah dengan pendekatan sastra yang diusungnya dalam membaca kisah-kisah al-Qur’an berimplikasi pada tujuan kisah untuk memberi pengaruh kejiwaan kepada orang yang mendengar dan membacanya bahkan dalam kondisi tertentu dapat dijadikan instrumen propaganda untuk mempengaruhi alur pemikiran pembaca dan pendengarnya. Sedangkan al-Jabiri membaca kisah-kisah Al-Qur’an sebagai cermin untuk melihat perjalanan dakwah Muhammad. Faktor-faktor yang mempengaruhi pemkiran keduanya memiliki hubungan erat dengan genealogi keilmuan, redefinisi terhadap al-Qur’an, dan realitas eksternal yang terjadi di eranya.
Copyrights © 2025