Zakat is an important instrument in the Islamic economic system that has great potential to alleviate poverty. In Indonesia, as a country with a Muslim majority, zakat has strategic value in wealth distribution and social justice. However, the realization of zakat collection is still far from its national potential, while poverty rates remain high. This article analyzes the current state of zakat management in Indonesia and proposes optimization strategies based on modern management principles and Sharia principles to strengthen zakat's role in reducing poverty sustainably. The results indicate that the integration of income redistribution and social functionalism approaches provides a comprehensive understanding of the role of zakat as an economic empowerment tool for the community, as well as a sustainable social stabilization instrument. This article is expected to contribute theoretically to the literature on Islamic economics and public policy in Indonesia.ABSTRAKZakat merupakan instrumen penting dalam sistem Ekonomi Islam yang memiliki potensi besar untuk mengatasi kemiskinan. Di Indonesia, sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, zakat memiliki nilai strategis dalam distribusi kekayaan dan keadilan sosial. Namun, realisasi penghimpunan zakat masih jauh dari potensi nasional, sementara angka kemiskinan tetap tinggi. Artikel ini menganalisis kondisi aktual pengelolaan zakat di Indonesia dan menawarkan strategi optimalisasi berbasis manajemen modern dan prinsip syariah untuk memperkuat peran zakat dalam mengurangi kemiskinan secara berkelanjutan. Hasil menunjukkan bahwa integrasi pendekatan redistribusi pendapatan dan fungsionalisme sosial memberikan pemahaman komprehensif terhadap peran zakat sebagai alat pemberdayaan ekonomi umat, sekaligus instrumen stabilisasi sosial yang berkelanjutan. Artikel ini diharapkan memberikan kontribusi teoretik dalam literatur ekonomi syariah dan kebijakan publik di Indonesia.
Copyrights © 2025