Penyusunan anggaran tidak hanya dipengaruhi oleh data historis dan proyeksi rasional, tetapi juga oleh aspek psikologis dan perilaku pengambil keputusan. Penelitian ini mengkaji pengaruh bias kognitif seperti overconfidence, anchoring, dan confirmation bias terhadap proses penyusunan anggaran dalam konteks behavioral budgeting. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei pada manajer keuangan di sektor manufaktur, hasil penelitian menunjukkan bahwa bias kognitif memiliki pengaruh signifikan terhadap ketidaktepatan alokasi anggaran dan penyimpangan perencanaan keuangan. Temuan ini sejalan dengan studi internasional oleh Luft dan Shields (2014) yang menyatakan bahwa pengambilan keputusan dalam budgeting dipengaruhi oleh faktor-faktor psikologis yang sering kali tidak disadari oleh pembuat keputusan. Selain itu, Libby dan Rennekamp (2012) menegaskan bahwa pemahaman terhadap bias kognitif menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas pengendalian anggaran dan transparansi informasi keuangan. Implikasi dari penelitian ini mendorong perlunya pelatihan behavioral accounting untuk mengurangi efek distorsi kognitif dalam perencanaan keuangan organisasi.
Copyrights © 2025