Penelitian ini menganalisis potensi sektor ekonomi Provinsi Banten tahun 2019-2022 sebagai daerah dengan posisi geostrategis penting dan pertumbuhan ekonomi stabil. Provinsi Banten menghadapi tantangan disparitas pembangunan antarwilayah, dengan kesenjangan signifikan antara Kota Cilegon yang memiliki PDRB per kapita Rp248,4 juta dan Kabupaten Lebak Rp22,09 juta. Penelitian bertujuan mengidentifikasi sektor unggulan untuk merumuskan kebijakan pembangunan ekonomi yang tepat sasaran dan berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan analisis kuantitatif deskriptif dengan pendekatan Location Quotient (LQ), Shift Share, dan Tipologi Klassen, menggunakan data PDRB menurut lapangan usaha atas harga konstan 2017. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan PDRB sebesar 13% dari Rp661,32 triliun (2019) menjadi Rp747,25 triliun (2022), dengan pertumbuhan tertinggi pada sektor Jasa Keuangan dan Asuransi (28,37%). Indeks Pertumbuhan Inklusif Daerah meningkat dari 0,664 menjadi 0,741, menandakan distribusi manfaat ekonomi yang semakin merata. Analisis LQ menunjukkan sektor unggulan Kota Serang adalah Perdagangan (LQ=2,26), Akomodasi dan Makan Minum (LQ=2,70), dan Administrasi Pemerintahan (LQ=2,25). Rekomendasi penelitian meliputi optimalisasi sektor unggulan, percepatan pembangunan daerah tertinggal, penguatan kemandirian fiskal, dan pengembangan UMKM untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif dan berkelanjutan.
Copyrights © 2025