Kesusastraan Jawa kaya akan makna filosofis yang disampaikan melalui metafora dan simbolisme, mencerminkan budaya yang dinamis dan adaptif terhadap perubahan zaman. Salah satu karya penting, Serat Wulang Putri karya Nyi Adisara, menjadi titik tolak dalam memahami pandangan perempuan Jawa masa lalu. Meskipun teks tersebut mengakui subordinasi perempuan, tersirat ajaran tentang ketabahan, kebebasan memilih, dan kemampuan beradaptasi terhadap dinamika kehidupan. Pergeseran paradigma dari nilai-nilai tradisional menuju kesadaran kritis tentang kesetaraan gender semakin tampak dalam konteks perempuan Jawa modern. Dengan mengkaji nilai-nilai dalam Serat Wulang Putri, penciptaan karya seni grafis dilakukan sebagai bentuk refleksi kritis terhadap transformasi peran perempuan. Melalui eksplorasi teknik cetak, material, dan narasi visual, karya seni ini berupaya membangun dialog antara tradisi dan modernitas serta mengartikulasikan dinamika identitas perempuan Jawa modern.
Copyrights © 2025