Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh kepemimpinan (X1) dan kompensasi (X2) terhadap kinerja pegawai (Y) melalui kepuasan kerja (Z) pada Auditorat Utama Keuangan Negara I (AKN I) Badan Pemeriksa Keuangan RI. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitis kuantitatif. Teknik penarikan sampel yang digunakan adalah Proportionate Stratified Random Sampling, dimana sampel respondennya sebanyak 72 orang. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner. Adapun teknik analisis data menggunakan uji asumsi BLUE, uji hipotesis dan analisis jalur (path analysis). Dari hasil penelitian didapatkan kesimpulan, sebagai berikut: Pertama, variabel kepemimpinan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja, dimana diperoleh nilai thitung 11,154 yang lebih besar dari nilai ttabel 2,000 dengan nilai signifikansi 0,000 0,05. Kedua, variabel kompensasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan kerja, dimana diperoleh nilai thitung 27,970 yang lebih besar dari nilai ttabel 2,000 dengan nilai signifikansi 0,000 0,05. Ketiga, variabel kepemimpinan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai, dimana diperoleh nilai thitung 15,513 yang lebih besar dari nilai ttabel 2,000 dengan nilai signifikansi 0,000 0,05. Keempat, variabel kompensasi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai, dimana diperoleh nilai thitung 8,165 yang lebih besar dari nilai ttabel 2,000 dengan nilai signifikansi 0,000 0,05, Kelima, variabel kepuasan kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai dimana diperoleh nilai thitung 8,615 yang lebih besar dari nilai ttabel 2,000 dengan nilai signifikansi 0,000 0,05. Keenam, pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja menunjukkan bahwa pengaruh tidak langsung kepemimpinan terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja lebih kecil dibandingkan nilai pengaruh langsung (0,029 0,851). Kemudian pengaruh kompensasi terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja menunjukkan bahwa kepuasan kerja dalam mempengaruhi kinerja pegawai, karena nilai pengaruh tidak langsung kepemimpinan terhadap kinerja pegawai melalui kepuasan kerja lebih kecil dibandingkan nilai pengaruh langsung (0,562 0,958).
Copyrights © 2023