Bolos sekolah merupakan salah satu bentuk pelanggaran disiplin yang dapat berdampak negatif terhadap proses pembelajaran dan pembentukan karakter siswa. Fenomena ini menjadi perhatian serius di SMAN 10 Merangin, sehingga mendorong penelitian untuk mengetahui pengaruh pengendalian diri terhadap perilaku bolos siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan korelasional. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI yang berjumlah 49 siswa, yang sekaligus menjadi sampel penelitian melalui teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data berupa angket skala Likert yang telah melalui uji validitas dan reliabilitas. Analisis data dilakukan melalui uji asumsi statistik (uji normalitas dan linearitas), dilanjutkan dengan analisis korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perilaku bolos sekolah berada pada kategori tinggi dengan persentase sebesar 69%, sedangkan pengendalian diri siswa juga berada pada kategori tinggi yaitu sebesar 73,55%. Uji korelasi menghasilkan nilai koefisien sebesar -0,616 dengan signifikansi sebesar 0,000 yang menunjukkan adanya hubungan negatif dan signifikan antara pengendalian diri dengan perilaku bolos sekolah. Semakin tinggi tingkat pengendalian diri siswa, semakin rendah kecenderungan mereka untuk membolos. Hasil ini memperkuat temuan sebelumnya tentang pentingnya memperkuat pengendalian diri sebagai tindakan pencegahan terhadap perilaku menyimpang di sekolah.
Copyrights © 2025