Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kontribusi program Car Free Day (CFD) di Kabupaten Bojonegoro terhadap pemberdayaan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner dalam kerangka ekonomi syariah yang berlandaskan nilai-nilai Islam. CFD dipandang memiliki peran strategis sebagai sarana promosi produk halal, ruang interaksi sosial, dan media pertumbuhan ekonomi masyarakat. Temuan penelitian menunjukkan bahwa meskipun CFD memberikan peluang signifikan bagi UMKM untuk meningkatkan pendapatan dan memperluas eksistensi pasar, sebagian besar pelaku usaha belum memiliki sertifikasi halal. Hambatan utama yang dihadapi mencakup rendahnya literasi mengenai kehalalan produk, kendala administratif dalam proses sertifikasi, serta keterbatasan akses terhadap platform digital seperti SiHalal. Oleh karena itu, CFD memiliki potensi besar untuk berfungsi sebagai inkubator ekonomi halal apabila didukung dengan edukasi berkelanjutan, pendampingan intensif, serta kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga sertifikasi, dan komunitas UMKM. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas kelembagaan UMKM, optimalisasi pemanfaatan teknologi digital, serta penerapan kebijakan afirmatif yang mendukung ekosistem ekonomi halal. Dengan pendekatan yang terintegrasi dan berbasis nilai-nilai syariah, CFD dapat diarahkan sebagai instrumen pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya konsumsi produk halal di ruang publik.
Copyrights © 2025