Latar Belakang: Maraknya kasus kecurangan dana bantuan operasional sekolah di sekolah Indonesia. Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh pengendalian internal, whistleblowing system, komitmen organisasi, dan budaya organisasi terhadap pencegahan kecurangan dalam pengelolaan dana bantuan operasional sekolah. Metode Penelitian: Sampel penelitian ini adalah aparatur sekolah negeri di Kabupaten Kulon Progo yang berjumlah 120 orang. Jenis data yang digunakan adalah data primer. Penelitian ini menghasilkan empat hipotesis yang diukur dengan alat analisis SEM-PLS menggunakan aplikasi SmartPLS v4.0.9. Hasil Penelitian: Menunjukkan bahwa budaya organisasi berpengaruh positif terhadap pencegahan kecurangan dalam pengelolaan dana bantuan operasional sekolah. Sedangkan Pengendalian Internal, Whistleblowing system, Komitmen Organisasi tidak berpengaruh terhadap Pencegahan Kecurangan dalam Pengelolaan Dana Bantuan Operasional Sekolah. Keterbatasan Penelitian: (1) Memiliki kendala atas mengenai perijinan penelitian; (2) Ada responden yang menolak penelitian; (3) Tidak mengisi angket karena sedang ada aktivitas lain di luar sekolah; dan (4) Belum diterapkan whistleblowing system. Keaslian/Novetly Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan teori Fraud Triangle dan Teori Agensi yang masih sering digunakan. Kemudian untuk penambahan variabel pengendalian internal, whistleblowing system, dan budaya organisasi yang masih jarang digunakan untuk meneliti faktor-faktor yang mempengaruhi pencegahan kecurangan dalam pengelolaan dana bantuan operasional sekolah.
Copyrights © 2025