Nyeri merupakan keadaan sensori dan emosional tidak menyenangkan yang dapat dikaitkan dengan beberapa jenis kerusakan jaringan yang aktual dan potensial. Prevalensi nyeri di Kabupaten Bantul tahun 2018 sebanyak 20.000 kasus. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang berpengetahuan cukup dan kurang tentang penatalaksanaan nyeri. Kurangnya pengetahuan masyarakat tersebut dapat menyebabkan nyeri tidak tertangani dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan masyarakat tentang penatalaksanaan nyeri di Dusun Grojogan, Tamanan, Banguntapan, Bantul. Penelitian ini menggunakan metode observasional yang bersifat deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling dengan sampel 100 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden tentang penatalaksanaan nyeri pada kategori baik 64 responden (64%), pengetahuan cukup 36 responden (36%), dan pengetahuan kurang 0 responden (0%). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa mayoritas tingkat pengetahuan masyarakat tentang penatalaksanaan nyeri di Dusun Grojogan Bantul bulan Januari 2024 dalam kategori baik.
Copyrights © 2024