Way Kalam merupakan desa penyangga Hutan Lindung Gunung Rajabasa (HLGR), sebagai hutan hujan dataran rendah paling selatan Sumatera yang ditempati beragam jenis flora dan fauna termasuk jenis langka dan dilindungi. Kawasan desa Way Kalam memiliki potensi besar dan letak yang sangat strategis sebagai objek wisata karena letaknya yang tidak jauh dari ibukota provinsi didukung oleh akses mudah, serta tidak adanya pesaing sejenis pada radius 50 km. Namun, permasalahan sosial kehutanan seperti perburuan, dan pengambilan sumberdaya lainnya beberapa kali terjadi di dalam kawasan. Hal ini terjadi karena rendahnya manfaat ekonomi yang dirasakan secara langsung dari wisata di desa penyangga HLGR. Salah satu cara meningkatkan daya tarik adalah dengan peningkatan sarana pemanduan ekowisata. Potensi atraksi wisata dari aspek satwaliar yang ditawarkan di lokasi sangat besar. Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan tim berupa peta pemanduan persebaran satwa liar yang dapat diakses oleh pengunjung sehingga meningkatkan daya tarik wisata yang ditawarkan kepada pengunjung.
Copyrights © 2025