Tulisan ini membahas tanda dan petanda yang terdapat dalam gerak tari Ngayun Luci asal desa Siulak Mukai Hilir Kecamatan Gunung Kerinci, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Tari ini hadir dalam rangkaian ritual adat Ngayun Luci yang diyakini masyarakat setempat dapat memberikan kesuburan tanah dan hasil panen yang baik. Dari penelitian yang dilakukan, diketahui bahwa gerak-gerak yang hadir dalam tari Ngayun Luci dimaknai sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas hasil panen yang melimpah. Melalui pemujaan terhadap arwah leluhur yang telah merawat tanaman padi mereka. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif bersifat deskriptif dengan menggunakan teori semiotika yang diusung oleh Ferdinand De Saussure mengenai tanda dan petanda, sebagai pisau pembedahnya. Kata Kunci: Semiotika Saussure, Penanda-Petanda, tari Ngayun Luci, Gerak.
Copyrights © 2025