Resiliensi merupakan kemampuan seseorang untuk pulih dari tekanan, mengatasi tantangan, dan beradaptasi secara konstruktif. Kemampuan ini sangat penting dalam menjaga kesejahteraan mental dan produktivitas kerja, khususnya bagi karyawan disabilitas yang kerap menghadapi hambatan sosial maupun psikologis di lingkungan kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan aspek-aspek resiliensi karyawan disabilitas melalui pendekatan konseling individu. Metode yang digunakan meliputi sesi konseling serta evaluasi pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kedua subjek mengalami peningkatan signifikan dalam kepercayaan diri, pengelolaan stres, dan penerimaan terhadap kondisi diri. Temuan ini menunjukkan bahwa konseling individu dapat menjadi pendekatan efektif untuk memperkuat ketahanan psikologis karyawan disabilitas, dan layak dikembangkan dalam program pemberdayaan karyawan inklusif di tempat kerja.
Copyrights © 2025