Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap praktik penggunaan media digital oleh guru Bahasa Indonesia di UPTD SMP Negeri 3 Parepare, meliputi: (1) pemanfaatan media pembelajaran digital, (2) penggunaan media sosial dalam proses belajar mengajar, dan (3) pemakaian mesin pencari sebagai sumber materi ajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek guru Bahasa Indonesia. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru telah memanfaatkan media digital dalam pembelajaran, terutama video pembelajaran (YouTube, Instagram, TikTok) dan media visual (seperti Canva). Kendala utama yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu, gangguan jaringan internet, serta kurangnya keterampilan teknologi. Untuk mengatasi hal tersebut, guru mengatur jadwal, mengikuti pelatihan, dan memanfaatkan platform digital gratis. Penggunaan media sosial seperti WhatsApp, YouTube, dan TikTok dinilai efektif karena informatif, menarik, dan mampu meningkatkan motivasi siswa. Sementara itu, dalam mencari referensi, guru menggunakan berbagai mesin pencari seperti Google, Google Scholar, Bing, Yahoo!, Brainly, ChatGPT, dan Scribd. Kendala yang dihadapi dalam pencarian informasi adalah kurangnya akurasi dan keterbatasan referensi. Guru mengatasinya dengan memilih sumber yang telah diverifikasi.
Copyrights © 2025