Animal Production : Indonesian Journal of Animal Production
Vol 10, No 1 (2008): January

Controlled Intra-Vaginal Device Releasing Hormone dalam Program Superovulasi Kerbau

Situmorang, P (Unknown)



Article Info

Publish Date
10 May 2011

Abstract

Dua penelitian telah dilakukan untuk mengevaluasi hubungan antara konsentrasi progesteron dan respon superovulasi serta penggunaan CIDR pada program superovulasi kerbau. Penelitian pertama,  sebelas kerbau disuperovulasi dengan hormon gonadotropin (Folltropin) yang disuntikkan intramuscular selama 4 hari dengan dosis menurun dan penyuntikan dua kali sehari (jarak penyuntikan 12 jam).  Penyuntikan pertama dilakukan pada hari ke-10 dari siklus berahi, diikuti dengan pemberian prostaglandin pada hari ke-12, dua hari kemudian diinseminasi buatan (IB). Penampungan embrio dilakukan dengan cara menguras setiap tanduk uterus pada hari ke-6 setelah IB. Penelitian kedua, sepuluh ekor kerbau dibagi secara acak kedalam dua grup (kontrol dan perlakuan CIDR).  Pemberian pertama hormon pada grup kontrol dilakukan pada hari ke-10 dari siklus berahi dan 6 hari setelah pemberian CIDR untuk perlakuan CIDR. Dosis dan metode pemberian hormon gonadotropin  mengikuti penelitian pertama. Tujuh kerbau memberikan respon positif terhadap superovulasi sedangkan empat ekor tidak memberikan respon.  Didapat hubungan nyata antara konsentrasi progesteron pada waktu pemberian pertama hormon dengan respon donor terhadap superovulasi. Rataan konsentrasi progesteron grup yang tidak memberi respon (1,15ng/ml) nyata (P<0,05) lebih rendah dibanding grup yang memberikan respon (2,51ng/ml). Rataan konsentrasi progesteron setelah superovulasi, total corpus luteum (TCL), total embrio (TE) dan total embrio dengan kualitas baik (TVE) adalah 1,64; 1,0; 0,0;  0,0 dan 6,86; 5,9; 4,0; 2,9 berturut-turut untuk grup yang tidak memberi respon dan yang memberi respon. CIDR nyata meningkatkan (P<0,05) rataan diameter ovari (DO) dan konsentrasi progesteron setelah superovulasi yaitu 4,5;  4,84 dan 7,0; 7,85 berturut-turut untuk kontrol dan CIDR. Rataan TCL, TE dan TVE cenderung lebih tinggi  pada perlakuan CIDR dibanding kontrol adalah 6,0; 2,8 dan 2,0 dan 9,0; 4,0 dan 3,3 untuk  kontrol dan CIDR. (Animal Production 10(1): 5-11 (2008) Kata Kunci : Superovulasi, embrio, progesteron, CIDR

Copyrights © 2008






Journal Info

Abbrev

JAP

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Environmental Science Veterinary

Description

Animal Production is a peer-reviewed journal published by the Faculty of Animal Science, Jenderal Soedirman University in association with the Animal Scientist Society of Indonesia. The journal was established in 1999 and available online since May 4, 2011. Animal Production was initially published ...