Isu regenerasi petani mendorong pentingnya memahami peran pemuda tani dalam komoditas unggulan seperti tembakau di Kabupaten Temanggung, produsen utama tembakau kualitas tinggi di Jawa Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik pemuda tani yang berusahatani tembakau serta mengevaluasi kelayakan usahataninya. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel sebanyak 140 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pemuda tani adalah laki-laki (92,86%) dengan usia dominan 36–40 tahun. Sebagian besar berpendidikan terakhir SMP (42,86%) dan berprofesi utama sebagai petani (66,43%). Lama pengalaman berusahatani tembakau didominasi oleh kelompok 6–10 tahun (36,43%), dengan kepemilikan lahan sendiri sebesar 77,14% dan luas lahan berkisar antara 2.001 m² hingga 4.000 m² (29,29%). Analisis ekonomi usahatani menunjukkan bahwa total penerimaan sebesar Rp94.260.000, total biaya produksi Rp69.242.750, sehingga menghasilkan pendapatan bersih Rp25.017.250 per musim tanam. Nilai R/C ratio sebesar 1,36 menunjukkan bahwa usahatani tembakau yang dijalankan pemuda tani di Kabupaten Temanggung menguntungkan dan layak untuk dikembangkan. Temuan ini menyediakan dasar empiris bagi pengembangan kebijakan spesifik seperti program intensifikasi berbasis lahan sempit, akses pembiayaan, dan jejaring pemasaran untuk memberdayakan pemuda tani tembakau di Temanggung guna meningkatkan profitabilitas dan keberlanjutan usaha.
Copyrights © 2025