Epilepsi merupakan salah satu kondisi neurologis yang paling sering ditemukan pada ibu hamil, dengan prevalensi 0,5-1%. Telah dilaporkan bahwa sebanyak 12 dari 14 kasus kematian ibu yang terjadi sejak tahun 2009 hingga 2012, diklasifikasikan sebagai sudden unexpected death in epilepsy atau SUDEP dengan kondisi kejang yang tidak terkontrol dengan baik yang merupakan faktor penyebab utama. Perubahan fisiologis selama kehamilan dapat berpengaruh terhadap farmakokinetik dari obat antiepileptik sehingga dapat menimbulkan bangkitan kejang pada wanita dengan epilepsi yang sedang hamil. Angka kejadian fetal loss akibat pengaruh epilepsi atau obat antiepileptik cenderung rendah. Pengaruh obat antiepileptik terhadap kehamilan dapat berakibat pada malformasi kongenital mayor, perkembangan neurokognitif yang terganggu, risiko obstetrik, dan komplikasi perinatal.
Copyrights © 2018