Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen konsumen terhadap peluncuran menu virtual rotasi yang diterapkan oleh restoran ghost kitchen sebagai strategi inovasi dalam industri makanan berbasis digital. Ghost kitchen, sebagai konsep dapur tanpa ruang makan fisik, semakin populer di era ekonomi digital dan perilaku konsumen yang bergeser ke layanan pesan-antar daring. Studi ini menggunakan pendekatan big data dengan mengumpulkan lebih dari 10.000 ulasan dan komentar konsumen dari berbagai platform digital, seperti media sosial, forum kuliner, dan aplikasi pemesanan makanan, selama periode tiga bulan peluncuran menu. Analisis dilakukan menggunakan metode Natural Language Processing (NLP) dan teknik supervised machine learning, termasuk algoritma Naive Bayes dan Support Vector Machine (SVM), untuk mengklasifikasikan sentimen menjadi positif, negatif, dan netral. Hasil analisis menunjukkan bahwa mayoritas (68%) respon konsumen terhadap menu virtual rotasi bersifat positif, khususnya pada aspek variasi rasa dan pengalaman kuliner baru. Sementara itu, 21% bersifat netral, dan 11% negatif, dengan keluhan utama mengenai konsistensi rasa dan kurangnya informasi menu. Simpulan dari penelitian ini menyatakan bahwa peluncuran menu virtual rotasi diterima baik oleh konsumen, dan analisis sentimen big data dapat menjadi alat penting dalam mengukur respons pasar secara cepat dan akurat
Copyrights © 2025