Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil kultur linen infeksius dan non infeksius pasien post laundry di Unit Binatu RSUD Singasana. Penelitian deskriptif dengan rancangan cross-sectional dilakukan dengan mengambil sampel pada rentang waktutertentu dari bulan Juli hingga Agustus 2024. Sampel yang masing – masing sebanyak 30 linen infeksius dan non infeksius yang berupa seprai, sarung bantal dan selimut pasien post laundry, di swab dan dikultur pada media blood agar selama 24 jam pada suhu 37 derajat C. Koloni yang tumbuh kemudian dihitung jumlahnya. Data jumlah koloni yang tumbuh di analisis secara statistik deskriptif dan Uji beda dengan Uji Mann-Whitney pada taraf signifikansi a = 0,05 serta dibandingkan dengan standar kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata jumlah koloni linen infeksius dan non infeksius adalah 1,6000±0,83405 CFU/100 cm2 dan 0,6667±0,30070 CFU/100 cm2. Seluruh (100 %) linen non infeksius memenuhi standar kesehatan yaitu jumlah koloninya < 20 CFU/100 cm2, dan linen infeksius sebanyak 29 (96,7%). Tidak ada perbedaan yang signifikan hasil kultur antara linen infeksius dengan linen non infeksius (p > 0,05). Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil kultur linen non infeksius 100% memenuhi standar kesehatan dan linen non infeksius 96,7%. Tidak ada perbedaan yang signifikan hasil kultur linen infeksius dengan linen non infeksius pasien post laundry di RSUD Singasana.
Copyrights © 2025