Masuknya kisah-kisah Israiliyyat dalam penafsiran Al-Qur’an dengan berbagai bentuk dan manifestasinya, sebenarnya sudah sejak abad-abad pertama Islam, menjadi salah satu bahan pembicaraan dan pemikiran para cendikiawan Islam, dimana banyak diantara mereka yang mensinyalir bahwa kisah-kisah itu banyak mengandung unsur-unsur yang membahayakan dan mengancam citra kemurniaan ajaran Islam. Apabila dikalangan kaum muslimin yang hidup dimasa kita sekarang ini masih banyak bermunculan kritik-kritik dan penolakan-penolakan, seperti dinyatakan oleh J.J.G. Jansen dalam bukunya ,,The interpretation of the Koran in Modern Egypt” bahwa: ,,Modernist Moeslems often reject the Israiliyyat traditions because of the irrational, miraculous and fantastical character” maka sebenarnya itu bukanlah sesuatu yang baru, melainkan hanyalah sebagai kelanjutan belaka dari apa yang telah dirintis oleh Ulama-Ulama kita terdahulu.
Copyrights © 1979