Sampai tahun-tahun terakhir abad ke 17, tulisan-tulisan tentang sejarah Arab di Inggris-seperti halnya di Eropa umumnya masih bersifat akademis. Baik yujuan maupun karakternya. Sebagaimana telah kami tunjukkan dalam sebuah paper terdahulu, studi tentang sejarah Arab – pada periode itu – bukanlah cabang ilmu yang khusus : studi tentang ketimuran berkembang sebagai alat pembantu untuk studi Perjanjian Lama, Sejarah Gereja dan polemic-polemiknya. Sedikit sarjana tertarik secara khusus pada Bahasa Arab ; bahkan lebih sedikit pula yang mengadakan penyelidikan yang berguna tentang Sejarah Arab. Dibandingkan dengan angkatan sezamannya -Pococke telah memberikan satu sumbangan yang penting bagi pengetahuaan sejarah, dan dalam tulisan-tulisannya ia memperlihatkan watak seorang ahli sejarah – satu prestasi yang patut dicatat sebagaimana akan tampak nanti jika dibandingkan dengan beberapa pengikutnya. Meskipun demikiaan, karya Pococke masih terbatas, baik pengaruh maupun ruang lingkupnya. Ia tidak menghasilkan satu struktur sejarah yang terorganisir ; publikasi-publikasinya terdiri dari: text dan terjemahan dua kronikel Arab Kristen yang baru, dan catatan-catatan studi, yang tidak terbatas pada sejarah, tapi mencakup semua bidang dari masa-masa silam Arab dan Agama Islam, catatan mana ia lampirkan pada bukunya Specimen Historiae Arabum. Terjemahan dan catatan keduanya dalam Bahasa latin, lebih ditunjukan pada kelompok akademis, bukan kepada public terpelajar yang banyak. Selama 28 tahun terakhir dari masa hidupnya (1604-1691), Pococke tenggelam mempelajari Bahasa Ibrani dan tulisan-tulisan berupa komentar terhadap kitab-kitab para Nabi kecil. Ia tidak memberi sumbangan yang lebih jauh untuk studi Sejarah Islam.
Copyrights © 1978