Kecurangan laporan keuangan pada BUMN menjadi isu penting karena berdampak pada akuntabilitas publik dan kepercayaan investor. Beberapa kasus besar seperti Asabri dan Garuda Indonesia menunjukkan bahwa praktik penipuan tidak hanya disebabkan oleh kelemahan individu, tetapi juga lemahnya pengawasan dan tata kelola perusahaan. Studi ini menganalisis pengaruh tekanan eksternal, peluang, dan kualitas audit terhadap manipulasi laporan keuangan 17 BUMN selama 2019–2023, serta peran komite audit sebagai variabel moderasi. Dengan pendekatan kuantitatif dan analisis regresi data panel menggunakan EViews 12, ditemukan bahwa hanya kualitas audit (KAP Big Four ) yang signifikan menekan kecurangan. Tekanan eksternal, kesempatan, dan peran moderasi komite audit tidak berpengaruh signifikan. Hal ini menunjukkan perlunya penguatan efektivitas audit komite dan pentingnya kualitas audit eksternal.
Copyrights © 2025