Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penentuan jarak gangguan pada saluran transmisi 150 kV di PT PLN ULTG Prabumulih menggunakan metode Double Ended. Dengan meningkatnya kebutuhan energi listrik, keandalan sistem transmisi menjadi kritis. Gangguan pada saluran transmisi dapat mengakibatkan pemadaman listrik yang berkepanjangan, sehingga penting untuk menentukan lokasi gangguan secara akurat. Penelitian dilakukan dengan mengumpulkan data dari gangguan yang terjadi, membandingkan hasil perhitungan jarak dengan metode Double Ended dan pembacaan relay Distance. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode Double Ended lebih akurat dalam menentukan jarak gangguan, dengan rata-rata selisih hanya satu tower dari lokasi sebenarnya, sementara pembacaan relay Distance menunjukkan selisih yang lebih besar. Temuan ini diharapkan dapat membantu teknisi dalam mempercepat proses pemulihan sistem kelistrikan.
Copyrights © 2025