Masalah gizi pada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia. Salah satu strategi intervensi yang dapat diterapkan adalah pemberian makanan tambahan (PMT) berbasis pangan lokal yang terjangkau dan sesuai budaya setempat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian PMT pangan lokal terhadap status gizi balita gizi kurang di wilayah kerja Ponkesdes Wotgalih, Kecamatan Yosowilangun, Kabupaten Lumajang. Metode yang digunakan adalah quasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest with control group. Sampel terdiri dari 32 balita, 23 dalam kelompok intervensi dan 9 dalam kelompok kontrol. PMT diberikan selama 7 minggu dalam bentuk kudapan bergizi berbahan lokal. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata Z-score status gizi kelompok intervensi meningkat dari -2,5174 menjadi -2,1357, dengan nilai p=0,000 (p<0,05). Sedangkan pada kelompok kontrol hanya meningkat dari -2,1111 menjadi -2,1022, dengan p=0,035. Hasil ini menunjukkan bahwa PMT pangan lokal secara signifikan dapat meningkatkan status gizi balita. Intervensi ini diharapkan dapat menjadi alternatif strategi pemerintah dalam penanggulangan gizi kurang secara berkelanjutan dan berbasis kearifan lokal.
Copyrights © 2025