Masker menjadi salah satu bagian yang penting dan melekat pada wajah selama beberapa tahun terakhir. Bahkan hingga saat ini, Masker sudah menjadi kebutuhan dalam rangka menjaga kualitas udara yang kita hirup. Masker kain menjadi pilihan ekonomis karena dapat dipakai berulang-ulang namun penggunaan dalam waktu yang lama memberikan dampak yang kurang baik terhadap kulit wajah penggunannya. Modifikasi bahan masker menjadi pilihan untuk mengurangi dampak yang kurang baik terhafap wajah. Modifikasi permukaan menjadi salah satu pilihan ketika bahan tettron cotton (TC) sebagai bahan yang memiliki stabilitas dimensi yang baik dimodifikasi sifatnya untuk menaikan sifat adhesive nya. Paparan Plasma menjadi pilihan modifikasi yang ramah lingkungan untuk merubah sifat permukaan kain TC. Efek modifikasi permukaan akibat paparan plasma pijar diharapkan mampu menaikkan sifat adhesive, sehingga kain TC (tetteron cotton) yang semula memiliki sifat hidrofobik berubah menjadi hidrofilik dan dapat dilakukan penambahan sifat antibakteri. Dengan di tambahkannya sifat anti bakteri kain TC tidak hanya dapat menyaring udara sebagai bahan masker kain tetapi juga menjaga kulit wajah dari bakteri yang timbul akibat kelembaban selama penggunaan masker. Variasi yang diberikan dengan waktu proses treatment plasma yaitu 1.5, 2.5, 3.5, 4.5, 5.5 menit dengan jarak 4 cm. Kemudian variasi jarak yaitu 4 cm, 4.5 cm, 5 cm, 5.5 cm dan 6 cm pada waktu 5.5 menit selama pengujian. Hasil kebaharuan dari penelitian ini adalah dihasilkannya suatu produk masker kain yang memiliki sifat antibakteri dengan metode Coating Ekstrak Daun Eucalyptus Globulus serta berfungsi sebagai penghambat bakteri yang berpontensi masuk ke saluran pernapasan.
Copyrights © 2025