Penelitian ini membahas makna simbolik gerakan jinjit yang menjadi gerakan dominan dalam Tari Barampek, sebuah tari kreasi masyarakat nelayan pesisir Natal. Pendekatan teori semiotika Ferdinand de Saussure dan teori identitas Jonathan Rutherford digunakan untuk menganalisis bagaimana gerakan tersebut menjadi representasi identitas budaya masyarakat setempat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang datanya bersifat deskriptif yang selanjutnya dianalisis sesuai dengan tuntunan teori yang digunakan. Berdasarkan teori semiotika Saussure, gerakan jinjit berperan sebagai penanda (signifier) yang menghasilkan petanda (signified). Dapat dinyatakan bahwa gerakan jinjit dalam Tari Barampek tidak dapat dilepaskan dari konteks budaya asalnya sebagai masyarakat nelayan.
Copyrights © 2025